Mengenal Infertilitas

ObatCepatHamil.Com – Infertilitas didefinisikan sebagai ketidakmampuan pasangan untuk hamil dalam setahun setelah mencoba secara aktif untuk hamil (berhubungan tanpa pengaman), atau mengalami keguguran sebanyak satu / dua kali.

Lebih dari 90 juta pasangan diseluruh dunia sedang mencoba untuk hamil. Namun 1 dari 6 (17%) dari mereka mengalami masalah infertilitas. Bila tidak ada masalah kesuburan yang hadir, pasangan usia rata-rata antara 29 dan 33 memiliki sekitar 20 sampai 25 persen kesempatan untuk hamil dalam setiap siklus haid. Sayangnya, probabilitas ini menurun secara drastis oleh sepertiga sampai setengah pada wanita yang mendekati usia 30-an sampai 40-an.

Umur:
Sekitar 20 persen wanita di Amerika Serikat sekarang memiliki anak pertama setelah usia 35 tahun, jadi usia adalah penyebab semakin umum masalah kesuburan. Seiring bertambahnya usia, terjadi penurunan dalam kemampuan ovarium seorang wanita melepaskan sel telur siap untuk pembuahan, dan telur menjadi lemah, dan kurang mampu membentuk embrio yang sehat. Kesehatan dan jumlah telur yang sebenarnya juga menurun dan ada peluang peningkatan keguguran.

Gender:
Banyak orang tidak menyadari bahwa perempuan dan laki-laki sama-sama cenderung menjadi sumber masalah ketidaksuburan.

Pada wanita, beberapa penyebab ketidaksuburan paling umum diantaranya adalah:

  • Gangguan hormon PCOS (sindrom ovarium polikistik)
  • Endometriosis, yang merupakan kondisi dimana jaringan endometrium ditemukan di luar rongga rahim.
  • Fase luteal cacat, yang dapat merupakan hasil dari sekresi progesteron di bawah normal, kelainan uterus dan faktor lainnya.

Pada pria, masalah mungkin melibatkan:

  • Oligiospermia, atau jumlah sperma rendah/motilitas
  • Azoospermia, yang adalah tidak adanya sperma
  • Penyumbatan saluran sperma dan kelainan struktural
  • Gangguan ejakulasi

Kami di Fairhaven-Health memahami bahwa masalah ketidaksuburan bisa membuat frustasi bagi Anda yang berharap untuk segera memulai keluarga kecil Anda. Jika Anda mengalami kesulitan mencoba untuk hamil, pemahaman masalah infertilitas adalah cara terbaik untuk mengatasi halangan mendapatkan bayi. Anda mungkin ingin menemui para pakar untuk mendiskusikan kesehatan reproduksi Anda dan mendapatkan hasil pemeriksaan kesuburan. Kadang-kadang dokter dapat menemukan penyebab ketidaksuburan dengan melakukan evaluasi lengkap, yang mencakup pemeriksaan fisik dan kesehatan seksual. Jika tidak ada masalah jelas, seperti kurangnya intensitas berhubungan atau tidak adanya ovulasi, kemudian dilakukan tes yang dapat menyebabkan rekomendasi obat resep atau prosedur seperti IVF atau IUI. Namun kini pasangan lebih semakin memilih cara alami dibandingkan memilih resep klinis dan mahal atau prosedur invasif. Penelitian telah menunjukkan bahwa perawatan alami menggunakan suplemen kesuburan yang dibuat dari bahan-bahan yang terkenal dapat meningkatkan kesuburan, bisa membantu dalam usaha menuju kehamilan.

Memahami Siklus Anda

Salah satu faktor paling penting dalam usaha untuk hamil adalah memiliki pemahaman yang baik tentang siklus Anda (apa yang terjadi pada tubuh wanita di seluruh bulan), dan dengan demikian dapat memprediksi ovulasi. Meskipun mitos siklus wanita berkisar 28 hari, siklus wanita nyatanya dapat berkisar 24-35 hari. Siklus tersebut dibagi menjadi dua tahap utama. Tahap pertama, dikenal sebagai fase folikuler, dimulai pada hari pertama haid dan berakhir ketika Anda ovulasi. Yang kedua disebut fase luteal, yang dimulai ketika Anda ovulasi dan berakhir pada hari pertama periode berikutnya.

Fase folikuler: Selama fase folikuler dari siklus Anda, hormon reproduksi Anda mempersiapkan diri untuk melepaskan telur (ovum). Mereka sebenarnya mematangkan sekitar 15-20 telur, yang disimpan dalam ovarium Anda. Ini disebut fase folikuler karena pertumbuhan atau pematangan sel telur berlangsung di dalam folikel, kantung kecil tempat telur tersimpan. Ketika hormon sudah cukup matang, kelenjar pituitari melepaskan hormon luteinizing (LH surge). Hormon ini melepaskan telur dari folikel yang paling matang, ini dikenal sebagai ovulasi. Rata-rata, ovulasi terjadi sekitar hari ke-14 dari siklus.

Fase luteal: Fase luteal (kira-kira hari 14 sampai 28) adalah waktu dari saat telur akan dilepaskan (ovulasi) sampai hari pertama menstruasi. Fase ini dimulai setelah folikel melepaskan telur untuk meninggalkan ovarium dan menjadi “corpus luteum”. Saat ini tubuh mulai memproduksi hormon progesteron, yang menghangatkan tubuh Anda dalam persiapan untuk kehamilan.

Seorang wanita subur adalah beberapa hari sebelum dan selama ovulasi. Meski ada perbedaan diantara wanita, namun rata-rata itu terjadi kira-kira 14 hari setelah hari pertama periode Anda.

Panjang siklus berbeda pada wanita, dan begitu juga dengan hari tepat ovulasi. Dalam 7 hari kesuburan yang optimal, ada beberapa hari yang disebut “puncak kesuburan” (ini adalah beberapa hari tepat sebelum ovulasi). Mengidentifikasi hari-hari dapat membantu memaksimalkan peluang Anda untuk hamil.

Siklus menstruasi tidak teratur atau (didefinisikan oleh variasi siklus) lebih dari beberapa hari dari bulan ke bulan. Banyak wanita berusaha untuk hamil mengalami kesulitan berkaitan dengan penyimpangan siklus. Bahkan, sekitar 10% dari semua wanita usia subur memiliki siklus tidak teratur. Sangat sulit untuk merencanakan kehamilan dan tahu kapan Anda ovulasi jika siklus Anda tidak dapat diprediksi. Ada beberapa alasan yang menyebabkannya. Diantaranya adalah:

  • Berat badan bertambah atau berkurang
  • Stress berat
  • Kafein
  • Kurang gizi
  • Merokok, alkohol dan / atau penggunaan narkoba
  • Baru melahirkan atau keguguran
  • Menyusui (adalah KB alami sehingga ibu menyusui tidak bisa hamil ketika masih menyusui
  • Penyakit
  • PCOS (Sindrom ovarium polikistik)
  • Kelainan rahim, termasuk kista dan endometriosis

Jika Anda memiliki siklus yang tidak teratur, Anda mungkin ingin mengeliminasi penyebabnya. Anda juga dapat mencoba suplemen alami yang membantu keteraturan dan keseimbangan hormon seperti FertilAid untuk Women. Selain vitamin dan mineral, FertilAid mengandung Vitex (Chasteberry) yang dapat membantu dalam menyeimbangkan ketidakteraturan hormon yang terkait dengan kondisi seperti PCOS.